Uncategorized

50 Tahun Ahmad Muayad dan Perandaian

Aku pernah dengar, muslim itu harus menjauhi berandai-andai. Tapi, aku tetap akan berandai-andai dan semoga per-andai-anku ini dapat diikuti pemaknaan positif.

banner papah

Andai engkau masih ada, mungkin saja sikapku tidak seperti hari ini: ungovernable. Aku kehilangan sosok pengatur sejak usia yang masih dini, mungkin karena itulah aku sulit hormat terhadap orang yang kurang pantas dihormati. Mungkin aku dimintaNya untuk belajar lebih keras untuk bisa menghormati.

Andai engkau dulu lebih menjaga penggunaan gelas dan piring di perantauanmu agar tak campur-campur, mungkin kau tak usah tertular penyakit yang membuat livermu rusak dan harus meninggalkan keluarga di usia 38. Ah, kiranya ini agar menjadi pelajaran buat kami kaum muda yang agak sembrono terhadap hal-hal yang demikian.

Andai engkau sekarang masih ada, mungkin aku ingin banyak sekali bertanya tentang hal-hal yang baru belakangan ini aku ketahui: liberalisme, gerakan Islam transnasional, proses reformasi ’98 yang kau liput langsung. Ah, mungkin ketiadaanmu bermakna perintahNya untuk lebih sering membuka “book” ketimbang “facebook”.

Hari ini, 28 April 2015 adalah tepat 50 tahun dari hari di mana engkau dilahirkan di Lampung sana. Lahir dari keluarga kiai sekaligus militan Heiho yang kerapkali harus ekodus setiap kali perjuangan kemerdekaan kembali memanas.

Di usia 50 tahun, beberapa pemikir sudah menghasilkan banyak karya. Bahkan beberapa orang di usia 50 sudah diabadikan dalam Biografi atau ‘catatan pemikiran’. Aku cukup yakin, andai engkau masih hidup kau pun bisa membukukan catatan yang sama, karena masa mudamu banyak kau dedikasikan untuk menulis berita. Ah, mungkinkah ini pertanda bahwa aku yang harus meneruskannya?

Akhir kata, kini ketiadaanmu malah menegaskan bahwa kau benar-benar ‘ada’.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.

Ahmad Muayad, 28 April 1965 – 1 November 2004.

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

UTS (Jilid III)

Categories: Uncategorized | Tags: , , | Leave a comment

Coming Soon: Ducati Yogyakarta

28 Desember lalu, ketika sedang jalan-jalan di Jl. Godean, ternyata ada bangunan baru jadi disini. Guess what?

Ducati Yogyakarta

Semakin dekat dengan konsumen. Semoga juga menambah semangatku untuk meminang sebuah Panigale S dari dalamnya. 😀

Bersiaplah Jogja, tunggu saja openingnya.

Ciao.

Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , , , , , | 1 Comment

Hari Ibu

Beberapa Kebohongan Ibu.

  1. Saat makan jika makanannya kurang, ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya&berkata: “cepat makan nak, ibu tidak lapar”
  2. Waktu makan ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata: “Ibu tidak suka makan daging, makanlah nak”
  3. Tengah malam saat dia menjaga anaknya yang sedang sakit, ia berkata: “istirahatlah nak .. ibu masih belum ngantuk”
  4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu, ia berkata: “simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang”
  5. Saat anak sudah sukses, jemput ibu untuk tinggal di rumah besarnya, ia berkata: “rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tinggal disana”
  6. Saat menjelang tua, ibu sakit keras. Anaknya menangis tetapi ibu masih bisa tersenyum sambil berkata: “jangan menangis nak, ibu tidak apa-apa”

Barangkali itu tadi kebohongan ibu yang terakhir diucapkan. Ibu telah memberikan segalanya untuk kita tanpa pernah mengharap pamrih dari kita.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

New year, new spirit!

tahun baru

Categories: Uncategorized | Leave a comment

10 November Bersejarah

bung tomo

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Sebuah Nasihat

founder of ikhwanul muslimin

Kewajiban lebih banyak dari waktu yang tersedia
~Hasan Al Banna (1906 – 1949)~

Whoever he is, I still don’t really care, I do agree with him and sometimes try to do what he said.

Bismillah…

Categories: Uncategorized | Leave a comment

UTS (Jilid II)

 

 

sebuah pesan bijak :)

 

 

Categories: Uncategorized | 1 Comment

DD-LKC Blogging Competition!

Ayo! Bagi para penghuni dunia blog, baik yang sophisticated maupun yang freestyle. Join this competition.

Ayo, tunjukkan kepedulian kita sebagai blogger sejati dan bounty hunter! 😛

Categories: Uncategorized | 1 Comment

Ya, Kami Butuh Tuhan

kebenaran nurani…
nafsu pikiran…
seringkali amat sulit dibedakan

ketika lingkungan membentuk standardisasi kebenaran dalam alam pikiran kita

ketika argumentasi menjadi landasan

ketika aspek ilmiah menjadi dewa dalam hal rujukan

ketika yang piawai yang berada dalam “kebenaran”

aku sadar, kami butuh Tuhan.

– bukan sebuah puisi, Bulaksumur, 26 Oktober 2011 –

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Blog at WordPress.com.