H-7 Kehilangan Status

Agar pikiran kita berada pada lajur yang sama, aku mau tegaskan dulu bahwa status yang dimaksud di sini adalah status teenager. Ya, 7 hari mendatang, tepatnya pada pukul 15 sore, usiaku genap 20 tahun. Cepat sekali rasanya dunia ini berjalan.

Pertanyaan lumrah yang akan muncul adalah, sudah menciptakan apa saja? Bill Gates, yang kini menjadi orang terkaya di dunia (Forbes, 2013), membuat Microsoft established di usia ke-20-nya. Sama halnya dengan pembuat Social Media nomor wahid di masa kini, Mark Zuckerberg.

Tentunya sebagai seorang (yang ingin disebut sebagai) aktivis Islam, saya tidak mau menjalani hidup sebagai teenager dalam definisi lagunya My Chemical Romance yang kurang lebih menginginkan kehidupan teenage yang bebas dari pantauan orang tua. Sebaliknya, saya malah ingin bisa hidup secara teratur. Dalam beberapa hal, saya kagum dengan gaya hidup militer yang bergerak dengan motivasi. Living by a certain code. Saya ingin bisa tersemangati dengan amanah-amanah yang diembankan kepada diri saya.

Keluarga Muslim Fakultas Hukum UGM mengembankan amanah kepada saya untuk menjadi muslim pengader nomor satu di FH UGM, paling tidak dalam upaya dan fokusnya. PPSDMS, asrama hebat tempat saya tinggal juga tak luput membebankan misi menjadikan Indonesia lebih baik dan bermartabat, serta mendapat kebaikan dari Allah SWT. Keluarga di rumah, ibu dan ketiga adikku, turut menaruh harapan pada diriku. Banyak kalimat-kalimat bernada bangga yang ibuku ucapkan bila sedang membicarakan diriku.

Ah, bila kalkulasi, beban ini begitu berat. Aku takkan mampu. Takkan mampu bila beban ini tidak di-manage dengan serius. Terlebih setelah melepas usia belasan (teenage), maka diri ini akan dianggap sebagai seorang dewasa yang harus bertanggung jawab terhadap setiap gerak-gerik dan polah tingkahnya. Dunia akan semakin tanpa ampun.

 

Mereka di Usia 20

Imam Syafi’i, ulama yang  didaulat menjadi Mufti di umur 15 tahun. Artinya, ia sudah boleh memberi fatwa terhadap suatu perkara. Pada usia 20 tahun sudah belajar langsung ke Imam Malik, ulama besar di zaman tersebut. Beliau memilih mendalami ilmu agama sebagai spesialisasinya dalam membangun peradaban manusia.

Seperti yang sedikit diulas di atas, Gates dan Zuckerberg juga telah berprestasi sedemikian jauh di usia mudanya. Dari biografi Bill Gates yang saya baca, ia sangat fokus mengembangkan teknologi Operating System (OS) Windows sejak awal ditelurkannya ide OS yang dapat diakses seluruh umat manusia. Demikian pula dengan Mark Zuckerberg yang digambarkan dalam film The Social Network amat tekun (bahkan cenderung maniak) mematangkan konsep Facebook-nya.

Lalu, aku mau melakukan apa?

Advertisements
Categories: kehidupan bermahasiswa | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: