Talk about p.o.r.n

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Pornografi, sebuah kata yang sama sekali tidak asing di telinga kita Di telinga orang-orang kota maupun orang-orang di desa. Kata ini sudah menjadi perbincangan hampir semua orang di seluruh belahan bumi. Karena hingga kini, belum ditemukan solusi yang benar-benar tepat tentang bagaimana menjadikan pornografi tidak membumi atau paling tidak mengurangi dampak negatif keberadaan pornografi terhadap umat manusia.

Para ahli telah berbicara, penelitian telah dilakukan, dan hasilnya? Positif bahwa pornografi hanya menjadikan para konsumennya budak atas nafsunya sendiri.

————————————————————————————

Berikut ini beberapa fakta yang berhasil saya temukan:

  • 36 bintang porno meninggal karena HIV, bunuh diri, dan obat-obatan antara 2007 dan 2010.
  • 66% dari pemain porno terkena Herpes, penyakit tidak dapat disembuhkan.
  • 2.396 kasus Chlamydia dan 1.389 kasus Gonore dilaporkan antara pemain film porno sejak tahun 2004.
  • Lebih dari 100 artis seks dan gay meninggal akibat AIDS.
  • 70% dari infeksi menular seksual dalam industri porno terjadi pada wanita menurut County of Public Health Los Angeles.
  • Kelompok terbesar melihat pornografi online adalah usia 12 sampai 17.
  • Lebih dari 11 juta remaja secara teratur melihat online porno.
  • Ada 4,2 juta situs porno, 420 juta halaman web porno, dan 68 juta permintaan pencarian sehari-hari.
  • Dari 1351 pendeta disurvei, 54% telah melihat pornografi internet dalam tahun lalu.
  • Pada pertemuan tahun 2003 American Academy of Matrimonial Lawyers, pertemuan para pengacara perceraian tingkat nasional, peserta mengungkapkan bahwa 58% dari perceraian mereka adalah hasil dari pasangan melihat pornografi secara berlebihan.
  • Pornografi anak adalah salah satu bisnis yang paling cepat berkembang secara online, dan konten menjadi jauh lebih buruk. Pada tahun 2008, Internet Watch Foundation menemukan 1.536 domain pelecehan anak individu.
  • Pornografi pendapatan di seluruh dunia pada 2006 adalah $ 97.060.000.000. Dari jumlah itu, sekitar $ 13 miliar di Amerika Serikat.

(Sumber: ShelleyLubben.com)

————————————————————————————

Ternyata secara statistik telah terbukti kebobrokan pornografi bagi umat manusia. Kasarnya, ga ada untungnya. Kecuali bagi para konglomerat yang mem-backup produksi video porno.

Statistik lebih lengkap dapat dilihat di:

http://www.familysafemedia.com/pornography_statistics.html

Oke, beralih dari statistik menuju “keuntungan”. Sebenarnya seperti yang saya telah katakan, yang diuntungkan didalam industri pornografi hanyalah para produsernya. Mari kita dengarkan cuplikan kesaksian seorang mantan pemain di bidang ini:

…proses pembuatan film porno itu sangat menyakitkan. Kami dipaksa untuk terlihat menikmatinya. Dan itu sangat memalukan.

Shelley Lubben, seorang mantan aktris di bidang ini. Sekarang ia seorang Aktivis Anti-pornografi

Nah, kali ini saya akan mencoba memecahkan masalah pornografi dari sisi lain , yaitu sisi emosional (ngasal) 😛
Semoga dapat menjadi pembelajaran bagi saya dan pembaca.

***

Sebelumnya patut kita sadari bahaya pornografi terhadap otak.

Penyusutan jaringan otak yang memroduksi dopamine–bahan kimia pemicu rasa senang– itu, menurut dia, menyebabkan kekacauan kerja neurotransmiter yakni zat kimia otak yang berfungsi sebagai pengirim pesan.

“Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neurotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya,” kata Hilton serta menambahkan adiksi pornografi juga menimbulkan gangguan memori.
(Sumber: inilah.com)

Selanjutnya, bayangkan efek kecanduan yang diberikan oleh pornografi.

Coba deh kita bertanya kepada diri sendiri, “Apa yang kita candu itu? Nafsu terhadap bayangan kah?”
Candu terhadap sesuatu yang TIDAK JELAS!! Itu intinya.

Nah, ini yang perlu diperhatikan terutama oleh mahasiswa. Dari manakah sumber keuangan kita? Kemungkinan paling besar jawaban dari pertanyaan ini adalah: dari orang tua.

Yes, mari kita tanyakan pada diri sendiri, “Kira-kira apakah orang tua mengirimkan uang kepada kita untuk sesuatu yang bermanfaat? Apakah mengonsumsi pornografi merupakan sesuatu yang bermanfaat?”

Apakah kita tega menyalahgunakan segala kemudahan yang diberikan oleh orang tua kita – yang notebene hasilnya adalah merusak diri sendiri?

Lalu, jika kita memposisikan diri sebagai orang tua yang memiliki seorang anak yang berstatus mahasiswa, apakah kita mengharapkan anak kita menjadi  pecandu pornografi?

 

… kalau hati nurani kita masih hidup, maka saya yakin Jawaban Kita Sama.

Al Qur’an pun menegaskan

Dan janganlah kamu mendekati zina;
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. {Q.S. Al Isra: 32}

***

Secara ilmiah (tsahh, kata dosen sih) manusia akan memperbuat apa yang ada di alam pikirannya. Sehingga dengan seringnya seseorang melihat ‘sesuatu’ maka kelak setiap perbuatan orang tersebut juga akan didasari oleh ‘sesuatu’ itu.

Jika ‘sesuatu’ itu hal yang baik, maka kemungkinan besar baiklah semua perbuatannya.

Namun, jika ‘sesuatu’ itu hal yang buruk, kemungkinan perbuatan-perbuatannya akan dilandasi keburukan.

….ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.
(HR. Bukhari dan Muslim; hadits ke-6 dalam hadits arba’in)

Jadi, kalau menurut saya sih, pornografi bukanlah sebuah hal yang menguntungkan untuk dikonsumsi. Karena, selain dampak buruknya terhadap otak dan perbuatan, bagi yang hatinya masih diberikan cahaya oleh Allah pasti akan merasa bersalah setelah mengonsumsi konten pornografi.

Ingatlah senyum tulus kedua orang tua kita 🙂 😀 yang selalu mengharapkan anaknya menjadi orang yang berkarakter dan berakhlak baik. Hal itu dapat menjadi salah satu faktor yang menghalangi keinginan untuk berbuat buruk, khususnya tentang pornografi, umumnya tentang segala jenis perbuatan yang demikian. Masih banyak kok hal baik-namun-menyenangkan yang bisa kita lakukan. 😀

Ada yang bilang ini menyenangkan, ada juga yang bilang ini tindakan autis...

Wallahu a’lam.

Nabi Adam dosanya satu, dikeluarin dari surga. Kita dosanya banyak, pengen masuk surga.
(dari: http://anginvenus.wordpress.com

Advertisements
Categories: Uncategorized | Tags: , | 6 Comments

Post navigation

6 thoughts on “Talk about p.o.r.n

  1. kakak

    haniv… I miss you… mom n kaka

  2. “Niat buruk jika dilakukan dengan cara yang benar akan mengalahkan niat baik jika dilakukan dengan cara yang salah…”
    Menurut saya ungkapan ini pas disandarkan pada kasus pornografi. Pemanfaatan teknologi informasi adalah strategi yang tepat untuk merusak generasi muda. Para aktivis dakwah harus memiliki strategi yang tak kalah ampuh untuk melawan pornografi…

  3. hanif apa kabar? sepertinya sudah lama tidak berkicau nih :)..sibuk apa hanif di yogya?

    • neevsfc

      good. it is nice here. too nice i mean. sibuk menemukan diri nih kak 😀

      ternyata semakin jauh mencari diri, semakin dibuat nggak tau… jadi yaa harus terus mencari. gitu deh 😀

  4. hanif, tulisannya dah bagus. tp tolong jangan lambat ya posting-nya. sering2 nulis ya, biar otak kanan-nya ter-rangsang. I agree with you …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: