Ulangan Tengah Semester

Di suatu malam yang dihiasi oleh rintik air hujan, di dalam sebuah kontrakan sempit, di samping adek gue yang lagi tidur pules sambil ngiler, dibarengi dengan desing kipas CPU gw tercinta yang amat merdu.

Ada seorang anak SMA, yang seharusnya lagi baca-baca buku paket “CERDAS BELAJAR KIMIA”. Malah duduk manis di depan sebuah kompi ber-performa tinggi (tsah). Harusnya mempelajari ‘ikatan kovalen’ dsb. malah ngetik tulisan ini. Yap, sang anak-SMA-dodol itu gue.

Sedikit nge-review perjalanan hidup gw minggu ini. Hari ini merupakan hari keempat UTS (Ujian Tengah Semester). You know, nilai gue jelek semua. I mean, SEMUA. Nggak tau kenapa, tapi seisi warga kelas X SMAN 34 yang katanya unggulan itu nilainya ancur” banget. Mudah-mudahan cuma karena kesalahan koreksi (atau karena soalnya gila-gilaan?). yang jadi pertanyaan, kenapa juga ulangan mid-semester harus pake LJK? Udah capek” ngiteminnya, hasil koreksinya gembel pula. Sebagai variabel, gue akan menampilkan dua artis ibukota yang (ternyata) ikut terlibat dalam UTS sialan ini.

Kejanggalan #1, Dhana, teman sebangku-seperjuangan yang (kayaknya) punya bakat dalam bidang English, Cuma dapet 7.5! Itupun nilai hasil ralat. Nilai sebelum di ralat sih 6.5.

Kejanggalan #2, gue, sang pelajar tak berbakat dalam pelajaran eksakta, yang ngerjain Matematika, Fisika, dan Kimia dengan metode “melihat jawaban yang bersinar”, dapet nilai 7.8 di pelajaran Fisika! GOD! Itu nilai Fisika tertinggi sejak masuk SMA. Gue yang setiap ulangan Fisika pasti remed ini dapet 7.8! ini pasti sebuah kesalahan fatal (tapi gw seneng juga sih ngga usah remedial lagi).

Tapi yang lebih fatal lagi, pelajaran PKn. Yang gw isi dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya (sebentar… lha kok jadi kayak naskah proklamasi?). Maksudnya gue yakin banget bisa ngisi lebih dari 80% malah dapet 4. Apa yang terjadi? Apakah KiamatSudahDekat?! Atau ParaPencariTuhan telah pindah jam tayang?

Makanya, kalau suatu saat takdir membawa gue menjadi menteri pendidikan (ehm.. penyakit lama mulai kambuh), gue akan menghapus peraturan penggunaan LJK dari sejarah perdaban manusia. Yeah.. Hidup Nescafe! Hapuskan system LJK! Yeahh!!!

Pesan Moral: Kalo suatu saat udah ngga ada lagi yang namanya LembarJawabanKomputer, maka kemungkinan (kecil), gue udah jadi menteri pendidikan. Huahhaahaa… Tetap waspada!

Advertisements
Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: