Tiga Orang yang Kurang Beruntung

Well, sekarang gue mau sharing, atau lebih spesifiknya cerita ke kalian-kalian semua tentang bagaimana-rasanya menceritakan pengalaman masa lalu di depan kelas.

Ok, it’ll begin.. Awalnya semua classmate gue dah hamper semuanya maju. Ada yang ceritanya seru, ada yang garing, yang gag jelas (gue termasuk), dan ada yang ekspresif banget. Dan yang ekspresif itu teramat langka. Perbandingannya tuh Cuma 2/40. Dua orang yang ‘kurang beruntung’ (dan akan gue ceritain) tersebut adalah… Dhana dan Opal.

Oh iya. Dhana maju paling pertama, dan topiknya adalah hal (mungkin) paling menggiurkan bagi para pembaca. Yaitu, taraaa… HOMO. Dengan penuh penjiwaan, atau lebih tepatnya ‘gairah’ Kesum pun bercerita.

Eh, tapi untuk cerita lengkapnya kunjungin blognya Dhana aja ya! Hehe, pertukaran link..

Tapi intinya sih tentang pengalaman dia digrepe-grepe ama seseorang yang diduga kuat seorang gay/homo/sejenisnya. (bukan, bukan gue! Enak aja loe). Kejadian itu terjadi di sebuah alat transportasi berwarna orange cerah (cailah..), bergaris biru-putih, dan yang terpenting adalah alat transportasi itu hanya dapat ditemukan di ibukota negara kita tercinta ini. Dan codename dari kendaraan tsb. adalah… Ya, jawaban anda tepat “Metro Mini”!

Emang intinya cuma hal tadi. Tapi.. cara menceritakannya itu loh! Mmmhh.. Geelaa.. Menjiwai abiz! Sehingga mau ga mau (tapi sebenernya sih mau) kita sekelas ‘tersepona’ juga. Mungkin itulah yang disebut dengan bakat me-lebay-lebaykan sesuatu. Ok, selesai dengan kesum, marilah kita menuju ke cerita saya yang pathetic ini.

Pertama disuruh maju, dah gemeter-gemeter gitu. Lalu muncul pertanyaan, apakah yang terjadi selanjutnya? Apakah membaik? Atau sebaliknya? Mengapa Afgan pake kacamata full frame? (Yang terakhir gak nyambung!). Oke, oke. Ga usah diceritain deh. Pembaca yang dah kenal ama gue juga pasti dah tau betapa berbakatnya saya dalam hal (merusak keindahan) seni cerita-bercerita. Dan dengan ditandai dengan applause ‘agak’ terpaksa dari teman-temanku yang baik, maka berakhirlah perjuanganku dalam mencoba ‘membumbui’ cerita yang dibawakan. (it was so suck).

Dan tibalah saatnya sang sumber dari segala ke-lebay-an di muka bumi (opal-sang-anak-brigjen) ini menceritakan pengalamnnya yang ‘katanya’ sereem.. itu kepada publik kelas X-I. Mulailah dia menuturkan ceritanya secara singkat (diduga kuat di blognya opal ga ada cerita ini, jadi diceritakan secara lengkap disini. Map ya Pal..).

NB: Cerita di bawah ngga gue tambah-tambahin (oke, ditambahin dikit..). Emang dianya yang lebbaayy.

“Di sini saya berdiri untuk menceritakan pengalaman saya sewaktu masa kecil dahulu (dari awal aja udah lebay). Waktu saya kelas 3 SD, saya terbangun pada malam hari. Saat itu perkiraan saya jam 2-an malem. Dalam derita ke-ngantuk-an yang menjadi-jadi itu saya pengen ngambil minum. Tapi tiba-tiba saya mendengar suara nyanyian cewe. Suaranya itu kayak seriosa gitu. Otomatis kan merinding.. (Penonton bersorak! “Jieee.. Lebay lu!”). Makin lama, suaranya itu makin fade-out. Tapi bukannya makin tenang, malah makin merinding.

Dan puncaknya adalah ketika tiba-tiba… Ada satu jari yang menyentuh pundak gue, rasanya tuh hiiiyy.. masya Allah! Hiihhh.. giilaa. Bulu kuduk saya langsung naek semua. Jari itu masih nempel selama beberapa detik kedepan. Hingga akhirnya, ‘dia’ melepaskan cengkeraman jarinya itu (lho..? cengkeraman jari?) Lalu selanjutnya, saya bisa tidur dengan tenang (dengan nada: akhirnya Cinderella hidup bahagia dengan sang pangeran untuk selamanya..). Sekian dari saya, mudah-mudahan dapat menghibur. Wassalam.”

Saya menduga itu adalah suara jin. Atau kalo kata orangnya mah apaan tuh kuntilanak. Whatever.

Ya, itulah sekilas cerita si opal yang “kalo-dibaca-kayak-ga-ada-intinya” itu. Tapi teman, jika anda hadir dalam kesempatan itu (emangnya seminar..) anda akan merasakan betapa dahsyatnya efek yang diwabahkan olehnya. Jadi kalau ada yang masih menganggap gue ini lebay (terutama anak MTsN 3). Maka kalian adalah termasuk golongan yang belum mengerti, apa yang dimaksud lebay dalam arti yang sebenarnya.

Eh, baydewey inti dari tulisan ini apa ya? Biarkan imajinasi anda yang berperan.. (dengan aksen iklan-susu-balita). That’s all from me. Jarang-jarang ngepost se-cepet ini.

Dadaaah…

Advertisements
Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: